KOMSOS.PURBOWARDAYAN – Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan, Surakarta (Paroki Purbowardayan) berhasil menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Syukur Tahun Baru Imlek 2026 yang berlangsung meriah pada hari Senin, 23 Februari 2026 pukul 18.00 WIB.
Dihadiri sebanyak lebih dari 1.000 umat, acara ini menjadi salah satu bentuk solidaritas antarumat terkhusus yang beretnis Tionghoa di lingkup Paroki Purbowardayan.
Dipimpin langsung secara konselebran oleh Romo Albertus Lilik Kurniawan, Pr. , Romo Herman Yoseph Sunggih Sutoro, Pr , dan Romo Yosef Supriyanto, Pr.
Perayaan ini sesuai dengan Tahun Baru Tionghoa (Imlek) 2026 yakni Kuda Api dan Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan mendukung adanya inkulturasi liturgi sebagai bagian dari penghayatan iman umat untuk lebih dekat kepada Sang Sumber Energi Positif, yakni Tuhan itu sendiri.
“Kita memohon berkat supaya diberi energi positif. Sumber Energi Positif itu dari mana carinya ? Ya tentunya dari Tuhan itu sendiri. Maka kalau kita selalu menyatu dengan Sumber Energi Positif yakni Tuhan itu sendiri, maka hidup kita akan diberkati. Sehingga dalam menjalankan hidup ini dilancarkan karna selalu bersama dengan Tuhan Sumber Energi Positif. Kalau dikaitkan dengan Imlek tahun Kuda Api ini”, penjelasan dari Romo Yosef Supriyanto, Pr.
Dalam Perayaan Ekaristi Imlek 2026 menggunakan nuansa Tionghoa. Dimana hal ini bisa dilihat dari dekorasi gereja bernuansa merah dan emas, pembacaan salah satu bacaan liturgi dengan bahasa Mandarin, serta pemilihan lagu liturgi yang memiliki gaya lagu khas dari Tionghoa yang diharapkan hal ini bisa meneguhkan iman umat katolik terkhusus yang beretnis Tionghoa.
Perayaan Ekaristi Imlek 2026 juga tak luput dengan adanya pembagian angpao untuk anak-anak dan kue keranjang untuk seluruh umat.
Dimana pemaknaan dari kue keranjang itu sendiri adalah sebagai berkah yang diterima untuk seluruh umat dan angpao memiliki pemaknaan sebagai berkah sukacita untuk anak-anak yang turut memeriahkan perayaan liturgi tersebut.
Kemeriahan dan kelancaran Perayaan Ekaristi Imlek 2026 di Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan juga didukung oleh kekompakkan dari panitia penyelenggara acara, yakni kolaborasi antara Kelompok Persekutuan Doa (PD) Simfony Benedictus dengan Dewan Pastoral bagian Liturgi Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan.
Walaupun disusun oleh para bapak ibu, namun acara dapat berjalan lancar dan meriah dikarenakan terbiasanya berkumpul dan berdoa bersama yang membentuk sinergi yang sama. Sehingga koordinasi menjadi lebih mudah.
Hal inilah yang membuat Bapak Ignatius Chandra Rusli selaku ketua panitia Perayaan Ekaristi Imlek 2026 merasa semua pelaksanaan acara berjalan lancar dan meriah.
“Karna baru pertama kali datang dalam Acara Perayaan Ekaristi Imlek yang diadakan di gereja, menurut saya acaranya ngga kelamaan jadi anak saya ngga bosen. Atraksi barongsai setelah misa juga bagus, hanya saja bagusnya di luar agar suara dari musiknya tidak terlalu nyaring ditelinga” ungkap salah satu umat bernama Ibu Nita dari wilayah Pucangsawit.
Beliau juga menambahkan untuk pembagian angpau dan pertunjukkan barongsailah menjadi hal yang menarik bagi seorang ibu yang membawa anaknya dalam perayaan ekaristi ini. Disamping itu, ibu Nita juga berharap pertambahan rezeki di tahun baru Tionghoa.
Sebagai penutup, dalam pesannya Romo Yosef Supriyanto, Pr., selaku Romo Paroki Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan menyampaikan terkhusus untuk kaum muda.
“Pesan khusus kaum-kaum muda, kami mohon semoga kaum-kaum muda semakin terbuka untuk menerima aneka budaya, juga macam-macam bentuk perayaan. Tidak hanya liturgi biasa, tetapi liturgi yang diwarnai oleh budaya. Baik perayaan tahun baru jawa dengan nuansa Jawa gending dan gamelan, maupun perayaan imlek dengan nuansa Tinghoa. Supaya orang muda itu memahami, menerima, dan ikut menghayati berbagai macam tawaran gereja untuk merayakan imannya dengan berbagai macam budaya. Jadi lebih terbuka, menerima, dan ikut menghayati.” ucap Romo Supri.
Semoga melalui inkulturasi liturgi dalam Acara Perayaan Ekaristi Imlek 2026 ini dapat menjadikan bahan perenungan kita dalam perjalanan hidup yang telah dijalani dan menjadi awal tahun untuk memohon berkat kepada Sumber Energi Positif yakni Tuhan itu sendiri supaya melangkah dijalan hidup yang baik, benar, luhur, dan suci.