KOMSOS.PURBOWARDAYAN – Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan sukses menyelenggarakan acara wilujengan pada Selasa, 25 November 2025 malam Waktu Indonesia Barat.
Wilujengan dilaksanakan di Aula Albertus sehari sebelum perayaan hari ulang tahun Paroki.
Namun wilujengan kali ini cukup spesial karena diselenggarakan saat perayaan Tumbuk Ageng atau 64 tahun Paroki Purbowardayan.
Acara sendiri diselenggarakan oleh panitia Tumbuk Ageng Paroki Purbowardayan dengan mengundang seluruh elemen masyarakat yang tinggal di sektiar gereja.
Mereka yang beragama-non Katolik turut hadir dan memeriahkan acara wilujengan ini sebagai bentuk syukur dan ikut berbahagia karena Paroki Purbowardayan bertambah usia dan semakin menjadi berkat bagi sesama.
Momen menarik dalam acara ini adalah berkumpulnya tokoh lima agama di Indonesia guna mendoakan Paroki Purbowardayan.
Marjono, selaku ketua Panitia Tumbuk Ageng merasa bahagia karena acara wilujengan berjalan sukses dan banyak tamu undangan yang hadir.
Marjono menjelaskan bahwa acara wilujengan ini sudah berlangsung sejak lama dan selalu diselenggarakan sehari sebelum hari ulang tahun Gereja.
Selain tradisi, tujuan acara wilujengan diselenggarakan adalah untuk memohon doa agar semua acara ulang tahun Paroki dapat berjalan sukses.
“Tujuannya ya kita memohon doa, semoga untuk acara ulang tahun—kalau hari ini adalah untuk Ulang Tahun Paroki Purwawinangun yang ke-64 tahun ini dengan harapan nanti bisa selamat, sukses, tidak ada rintangan apapun,” ungkap Marjono saat ditemui pasca-acara.
Alasan mengundang tokoh agama lain adalah karena Gereja terbuka terhadap masyarakat umum dan menjadi Paroki yang inklusif.
Marjono menambahkan, wilujengan diharapkan bisa menjadi perwujudan toleransi di Kota Solo.
“Karena kita (warga Gereja) hidup di masyarakat dan saling bantu-membantu, apalagi dengan Kota Solo sudah terkenal dengan toleransinya,” ucap Marjon.
Kita berharap dengan mengundang tokoh-tokoh agama, torelan hidup beragama semakin kuat,”.
Marjono dan pihaknya bersyukur karena acara Wilujengan dapat berjalan lancar dan tanpa kendala.
Hal itu bisa terjadi karena panitia mendapat dukungan dari banyak pihak. (Komsos.Purbowardayan)

